MAKALAH POLUSI UDARA DI KOTA BESAR

BAB I

1)      PENDAHULUAN

Masalah   pencemaran   udara   dikota-kota   besar,   sangat   dipengaruhi   dan  berbeda oleh berbagai faktor yaitu: tofografi, kependudukan, iklim dan cuaca serta tingkat  atau  angka  perkembangan  sosio  ekonomi  dan  industrialisasi.  Masalah-masalah ini akan meningkat keadaannya, jika jumlah penduduk perkotaan semakin meningkat yang mengakibatkan jumlah penduduk yang terpapar polusi  udara juga meningkat

Polusi udara perkotaan diperkirakan memberi kontribusi bagi 800.000 kematian tiap tahun (WHO/UNEP). Saat ini banyak negara berkembang menghadapi masalah polusi udara yang jauh lebih serius dibandingkan negara maju. Contoh klasik pengaruh polusi udara terhadap kesehatan dapat dilihat pada kota-kota di negara maju seperti Meuse Valley, Belgia tahun 1930; Donora, Pennsylvania tahun 1948; dan London, Inggris tahun 1952; di mana terjadi peningkatan angka kematian (mortalitas) dan kesakitan (morbiditas) akibat polusi udara yang berakibat pada penurunan produktivitas dan peningkatan pembiayaan kesehatan. Oleh sebab itu polusi udara juga merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang cukup penting.

Di Indonesia, kendaraan bermotor merupakan sumber utama polusi udara di perkotaan. Menurut World Bank, dalam kurun waktu 6 tahun sejak 1995 hingga 2001 terdapat pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia sebesar hampir 100%. Sebagian besar kendaraan bermotor itu menghasilkan emisi gas buang yang buruk, baik akibat perawatan yang kurang memadai ataupun dari penggunaan bahan bakar dengan kualitas kurang baik (misal: kadar timbal/Pb yang tinggi) . World Bank juga menempatkan Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar polutan/partikulat tertinggi setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City. Polusi udara yang terjadi sangat berpotensi menggangu kesehatan.  Menurut perhitungan kasar dari World Bank tahun 1994 dengan mengambil contoh kasus kota Jakarta, jika konsentrasi partikulat (PM) dapat diturunkan sesuai standar WHO, diperkirakan akan terjadi penurunan tiap tahunnya:  1400 kasus kematian bayi prematur; 2000 kasus rawat di RS, 49.000 kunjungan ke gawat darurat;  600.000 serangan asma; 124.000 kasus bronchitis pada anak; 31 juta gejala penyakit saluran pernapasan serta peningkatan efisiensi 7.6 juta hari kerja yang hilang akibat penyakit saluran pernapasan – suatu jumlah yang sangat signifikan dari sudut pandang kesehatan masyarakat. Dari sisi ekonomi pembiayaan kesehatan (health cost) akibat polusi udara di Jakarta diperkirakan mencapai hampir 220 juta dolar pada tahun 1999.

 

2)      TUJUAN

  • Menganalisis polusi udara di perkotaan
  • Memenuhi tugas bahasa Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMABAHSAN

1)      Pengertian polusi udara

Polusi adalah sejenis gas yang dapat membahayakan yang berasal atau dihasilkan oleh asap-asap baik dari asap kendaraan bermotor maupun asap-asap sisa pembakaran dari pabrik-pabrik tertentu atau sejenis yang lainnya yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Jarang sekali kita temui keadaan dijalan yang bersih tanpa adanya polusi dari asap kendaraan bermotor. Polusi juga dapat menimbulkan penyakit, karena didalam polusi itu terkandung virus-virus penyakit yang dapat membahayakan kesehatan kita. Banyak warga yang mengeluh akibat adanya polusi, sampai sekarangpun belum ada cara yang ampuh untuk menangani polusi, karena semakin hari semakin banyak orang yang mengendarai kendaraan berotor sehingga makbanyak pula asap-asap yang dihasilkan dan hal itu akan menyebabkan polusi udara.

Tabel1. Standar polutan udara menurut EPA

Pollutan                                                       Waktu

PM10 (μg/m3)                                                   150 (/24jam)                        50 (/tahun)

PM2,5 (μg/m3)                                                   65 (/24 jam)                       15 (/tahun)

Ozone (ppm)                                                    0.12 (/1jam)                        0.08 (/8 jam)

NO2 (ppm)                                                                                                  0.053 (/tahun)

SO2 (ppm)                                                       0.14 (/24 jam)                     0.03 (/tahun)

 

a)   Efek Negatif Pencemaran Udara Bagi Kesehatan Tubuh

Tabel 2 menjelaskan tentang pengaruh pencemaran udara terhadap makhluk hidup. Rentang nilai menunjukkan batasan kategori daerah sesuai tingkat kesehatan untuk dihuni oleh manusia. Karbon monoksida, nitrogen, ozon, sulfur dioksida dan partikulat matter adalah beberapa parameter polusi udara yang dominan dihasilkan oleh sumber pencemar. Dari pantauan lain diketahui bahwa dari beberapa kota yang diketahui masuk dalam kategori tidak sehat berdasarkan ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) adalah Jakarta (26 titik), Semarang (1 titik), Surabaya (3 titik), Bandung (1 titik), Medan (6 titik), Pontianak (16 titik), Palangkaraya (4 titik), dan Pekan Baru (14 titik). Satu lokasi di Jakarta yang diketahui merupakan daerah kategori sangat tidak sehat berdasarkan pantauan lapangan

 

 

Tabel 2. Pengaruh Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)

Kategori Rentang Karbon monoksida (CO) Nitrogen (NO2) Ozon (O3) Sulfur dioksida (SO2) Partikulat
Baik 0-50 Tidak

ada efek

Sedikit berbau Luka pada Beberapa spesies tumbuhan akibat kombinasi dengan SO2 (Selama 4 Jam) Luka pada Beberapa spesies tumbuhan akibat kombinasi dengan O3 (Selama 4 Jam) Tidak ada efek
Sedang 51– 100 Perubahan kimi

Darah

Tapi

tidak terdeteksi

Berbau Lukaada Beberapa spesies tumbuhan Luka pada Beberapa spesies tumbuhan Terjadi penurunan pada

jarak pandang

Tidak Sehat 101– 199 Peningkatan pada kardiovaskularpada perokok yang sakit jantung Baudan kehilangan warna. Peningkatan reaktivitas pembuluh tenggorokan pada penderita asma Penurunan kemampuan pada atlit yang berlatih keras Bau, Meningkatnya kerusakan tanaman Jarak pandang turun dan terjadi pengotoran debu di mana-mana
Sangat Tidak Sehat 200-299 Meningkatnya kardiovaskular pada orang bukan perokok

yang berpenyakit Jantung, dan akan tampak beberapa kelemahan

yang

terlihat

secara nyata

Meningkatnya sensitivitas pasien yang berpenyakit asma dan bronchitis Olah

Raga

ringan mengakibatkan

pengaruh parnafasan pada

paien

yang berpenyaklt paru-paru kronis

Meningkatnya sensitivitas pada pasien berpenyakit asma dan bronchitis Meningkatnya sensitivitas pada pasien berpenyakit asma dan bronchitis
Berbahaya 300 – lebih Tingkat yang berbahaya bagi semua populasi yang terpapar

Tabel 3. Sumber dan Standar Kesehatan Emisi Gas Buang

Pencemar Sumber Keterangan
Karbon monoksida (CO) Buangan kendaraan bermotor; beberapa proses industri Standar kesehatan: 10 mg/m3 (9 ppm)
Sulfur dioksida (S02) Panas dan fasilitas pembangkit listrik Standar kesehatan: 80 ug/m3 (0.03 ppm)
Partikulat Matter Buangan kendaraan bermotor; beberapa proses industri Standar kesehatan: 50 ug/m3 selama 1 tahun; 150 ug/m3
Nitrogen dioksida (N02) Buangan kendaraan bermotor; panas dan fasilitas Standar kesehatan: 100 pg/m3 (0.05 ppm) selama 1 jam
Ozon (03) Terbentuk di atmosfir Standar kesehatan: 235 ug/m3 (0.12 ppm) selama 1 jam

 

b)   Mekanisme terjadinya gangguan kesehatan akibat polusi udara secara umum

Efek yang ditimbulkan oleh polutan tergantung dari besarnya pajanan (terkait dosis/kadarnya di udara dan lama/waktu pajanan) dan juga faktor kerentanan host (individu) yang bersangkutan (misal: efek buruk lebih mudah terjadi pada anak, individu pengidap penyakit jantung-pembuluh darah dan pernapasan, serta penderita diabetes melitus).  Pajanan polutan udara dapat mengenai bagian tubuh manapun, dan tidak terbatas pada inhalasi ke saluran pernapasan saja. Sebagai contoh, pengaruh polutan udara juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata. Namun demikian, sebagian besar penelitian polusi udara terfokus pada efek akibat inhalasi/terhirup melalui saluran pernapasan mengingat saluran napas merupakan pintu utama masuknya polutan udara kedalam tubuh. Selain faktor zat aktif yang dibawa oleh polutan tersebut, ukuran polutan juga menentukan lokasi anatomis terjadinya deposit polutan dan juga efeknya terhadap jaringan sekitar. Fine PM (<1 μm) dapat dengan mudah terserap masuk ke pembuluh darah sistemik.

Berikut ini beberapa mekanisme biologis bagaimana polutan udara mencetuskan gejala penyakit:

  1. Timbulnya reaksi radang/inflamasi pada paru, misalnya akibat PM atau ozon.
  2. Terbentuknya radikal bebas/stres oksidatif, misalnya PAH(polyaromatic hydrocarbons).
  3. Modifikasi ikatan kovalen terhadap protein penting intraselular seperti enzim-enzim yang bekerja dalam tubuh.
  4. Komponen biologis yang menginduksi inflamasi/peradangan dan gangguan system imunitas tubuh, misalnya golongan glukan dan endotoksin.
  5. Stimulasi sistem saraf otonom dan nosioreseptor yang mengatur kerja jantung dan saluran napas.
  6. Efek adjuvant (tidak secara langsung mengaktifkan sistem imun) terhadap sistem  imunitas tubuh, misalnya logam golongan transisi dan DEP/diesel exhaust particulate.
  7. Efek procoagulant yang dapat menggangu sirkulasi darah dan memudahkan penyebaran polutan ke seluruh tubuh, misalnya ultrafine PM.
  8. Menurunkan sistem pertahanan tubuh normal (misal: dengan menekan fungsi alveolar makrofag pada paru).

c)   Pengaruh polusi udara terhadap kesehatan jangka pendek dan jangka panjang

v  jangka pendek

- Perawatan di rumah sakit, kunjungan ke Unit Gawat Darurat atau kunjungan rutin dokter, akibat penyakit yang terkait dengan respirasi (pernapasan) dan kardiovaskular.

- Berkurangnya aktivitas harian akibat sakit

- Jumlah absensi (pekerjaan ataupun sekolah)

- Gejala akut (batuk, sesak, infeksi saluran pernapasan)

- Perubahan fisiologis (seperti fungsi paru dan tekanan darah)

v  jangka panjang

- Kematian akibat penyakit respirasi/pernapasan dan kardiovaskular

- Meningkatnya Insiden dan prevalensi penyakit paru kronik (asma, penyakit paru           osbtruktif kronis)

- Gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin

- Kanker

d)     Polutan udara spesifik yang banyak berpengaruh terhadap kesehatan

  1. Particulate Matter (PM)

Penelitian epidemiologis pada manusia dan model pada hewan menunjukan PM10 (termasuk di dalamnya partikulat yang berasal dari diesel/DEP) memiliki potensi besar merusak jaringan tubuh. Data epidemiologis menunjukan peningkatan kematian serta   eksaserbasi/serangan yang membutuhkan perawatan rumah sakit tidak hanya pada penderita penyakit paru (asma, penyakit paru obstruktif kronis, pneumonia), namun juga pada pasien dengan penyakit kardiovaskular/jantung dan diabetes. Anak-anak dan orang tua sangat rentan terhadap pengaruh partikulat/polutan ini, sehingga pada daerah dengan kepadatan lalu lintas/polusi udara yang tinggi biasanya morbiditas penyakit pernapasan (pada anak dan lanjut usia) dan penyakit jantung/kardiovaskular (pada lansia) meningkat signifikan. Penelitian lanjutan pada hewan  menunjukan bahwa PM dapat memicu inflamasi paru dan sistemik serta  menimbulkan kerusakan pada endotel pembuluh darah (vascular endothelial dysfunction) yang memicu proses atheroskelosis dan infark miokard/serangan jantung koroner. Pajanan lebih besar dalam jangka panjang juga dapat memicu terbentuknya kanker (paru ataupun leukemia) dan kematian pada janin. Penelitian terbaru dengan follow up hampir 11 tahun menunjukan bahwa pajanan polutan (termasuk PM10) juga dapat mengurangi fungsi paru bahkan pada populasi normal di mana belum terjadi gejala pernapasan yang mengganggu aktivitas.

  1. Ozon

Ozon merupakan oksidan fotokimia penting dalam trofosfer. Terbentuk akibat reaksi fotokimia dengan bantuan polutan lain seperti NOx, dan Volatile organic compounds. Pajanan jangka pendek/akut dapat menginduksi inflamasi/peradangan pada paru dan menggangu fungsi pertahanan paru dan kardiovaskular. Pajanan jangka panjang dapat menginduksi terjadinya asma, bahkan fibrosis paru. Penelitian epidemiologis pada manusia menunjukan pajanan ozon yang tinggi dapat meningkatkan jumlah eksaserbasi/serangan asma.

  1. NOx dan SOx

NOx dan SOx merupakan co-pollutants yang juga cukup penting. Terbentuk salah satunya dari pembakaran yang kurang sempurna bahan bakar fosil. Penelitian epidemologi menunjukan pajanan NO2,SO2 dan CO meningkatkan kematian/mortalitas akibat penyakit kardio-pulmoner (jantung dan paru) serta meningkatkan angka perawatan rumah sakit akibat penyakit-penyakit tersebut.

2)      Studi Tentang Kualitas Udara

Untuk  menilai   problem  polusi   udara  perkotaan  di kota-kota  metropolitan dunia, WHO  dan  UNEP  bekerjasama  dengan  GEMS-Air, memprakarsai  sebuah  studi rinci  tentang  kualitas  udara  20  dikota – kota  besar  dunia.

Kelompok kota-kota yang terpilih itu adalah : 3 kota di Amerika Utara, 3 kota di Amerika Selatan, sebuah kota di Afrika, 11 kota di Asia dan 2 kota di Eropa. Kota-kota tersebut adalah : Buenos Aires di Argentina, Sao Paulo Raya, dan Rio de janero di Brazilia, Meksiko di Meksiko; Beijing dan Sanghai  di Cina, Kairo de Raya di Mesir, Kalkuta,  New  Delhi  dan  Bombay  Raya  di  India,  Karaci  di  Pakistan,  Jakarta  di Indonesia, Tokyo di Jepang, Manila di Filipina, Bangkok di Thailand, Seoul di Korea, Moskow  di  Rusia,  London  di  Britania  Raya,  Los  Angeles  dan  New  York  di  Amerika Serikat. Alasan utama dalam memilih kota-kota besar ini adalah, karena kota-kota ini:

  1. Mempunyai masalah pencemaran paling serius
  2. Mempunyai wilayah daratan yang luas dengan jumlah penduduk yang besar, dimana  jumlah  keseluruhan  penduduk  di  20  kota-kota  ini  tahun  1990  kira-kira mencapai 234 juta orang.
  3. Bakal  banyak  kota-kota  lainnya  yang  sedang  meningkat  statusnya  sebagai kota metropolitan, point terakhir ini merupakan hal yang penting.

Untuk  menghimpun  data-data  global  polusi  udara  dikota-kota  besar  sangat  sulit, karena:

1)      Informasi  tentang  zat-zat  pencemaran  dan  kesehatan  mereka  sering  tidak  ada, tidak lengkap atau sudah usang.

2)      Adanya perbedaan dalam metodologi dan laporan antar negara, dalam negara  yang sama dan dikota-kota.

3)      Kekurangan  data  yang  dipakai,  termasuk  yang  tidak  mewakili  persoalan  dibandingkan,dan dicatat dimana yang perlu.

3)      Pemantau  Kualitas Udara

Pada  tahun  1960-an  pengenalan  zat-zat  pencemar  alam  yang  ada  dimana- mana  seperti:  SO2,  NO  &  NO2,  CO,  SPM,  Pb  dan  O3 di  udara  perkotaan,  serta tertarik   akan   pengaruh   yang   merugikan   bagi   kesehatan   manusia   mendorong Institusi-institusi  untuk  mengatur  pemantauan  jaringan  guna  pengukuran  rutin kualitas udara perkotaan.  Standard-standard   kualitas   udara   Nasional   dan   bentuk-bentuk   lain   dari Undang-undang  juga  diperkenalkan  untuk  melindungi  kesehatan  manusia.  Banyak  dinegara-negara maju UU dan pemantauan pada mulanya difokuskan terhadap SO2 dan SPM, sejak akhir tahun 1970 sejalan dengan datangnya dan peningkatan jumlah kenderaan bermotor yang merupakan sumber polusi udara yang penting seperti: CO, NO & NO2 dan Pb, perkembangan jaringan pemantau polutan kualitas udara dari lalu lintas dilakukan secara rutin.

4)      Banyak   kota-kota   besar   didunia   kualitas   udaranya   memburuk   karena

5)      tercemar oleh: zat-zat pencemar yang sumbernya berasal dari pabrik-pabrik industri,  kendaraan  bermotor,  proses  pembakaran,pembuangan  limbah  padat.zat-zat pencemar yang paling sering dijumpai adalah: SO2, NO dan NO2, Pb, SPM, O3 dan CO  untuk  memonitor  zat-zat  polutan  ini,  WHO  (tahun  1974)  telah  bekerjasama dengan global Environment monitoring System (GEMS) bagian udara. Faktor-faktor

6)      yang mempengaruhi distribusi dan transport zat polutan ini adalah: letak topografi daerah, intensitas dan pemaparan, arah angin, suhu dan cuaca. Dampak yang paling

7)      utama  adalah  terhadap  kesehatan  manusia  terutama  pada  sistem  pernapasan, pembuluh darah, persarafan, hati dan ginjal.

 

4)      Polusi udara di tempat kerja

Secara khusus polusi juga menyergap di berbagai tempat kerja dan menimbulkan dampak bagi paru. Sejarah penyakit paru akibat kerja ini dimulai semenjak pertengahan abad ke-16. Pada masa itu Gregorius Agricola, seorang ilmuwan Eropa mencoba menemukan hubungan antara pekerjaan dengan penyakit. Ia menerbitkan buku berjudul De re Metallica, yang menguraikan penyakit asma akibat kerja.

Beberapa penyakit paru kerja yang penting antara lain silikosis, asbestosis, bisinoss, pneumokoniosis pekerja batu bara, asma kerja, dan kenker paru akibat kerja.

  • Silikosis

Silikosis adalah penyakit paru kerja yang paling banyak dijumpai akibat penimbunan silika bebas (SiO2). Penyakit ini menimpa mereka yang bekerja di industri yang menghasilkan batu-batu untuk bangunan, pabrik semen, perusahaan keramik, tambang timah putih, besi, batu bara, perusahaan granit, pabrik besi dan baja, atau sejenis yang lainnya.

Secara klinis silikosis dibagi dalam tiga tingkatan. Tingkat pertama adalah simple silicosis yang ditandai dengan penderita mulai mengeluh sesak ringan. Pada tingkat dua atau silikosis sedang, sesak serta batuk makin menjadi dan faat paru jelas mulai terganggu. Pada tingkat ketiga kelainan paru makin menghebat dan dapat terjadi kor pulmonale.

Sampai sekarang belum ada pengobatan spesifik untuk silikosis. Untuk itu pencegahan harus diutamakan. Misalnya saja, cara pencegahan tetap harus senantiasa diutamakan. Kadar silika bebas di lingkungan kerja harus selalu di bawah nilai ambang batas. Cara substitusi juga dapat dilakukan, misalnya dengan mengganti tepung silika dengan bahan zirconium pada penuangan besi/baja dan penggunaan carborundum atau alumina untuk penggurindaan.

  • Asbestosis

Asbes banyak sekali dipergunakan sehari-hari mulai dari bahan pembuat kabel listrik, cat, ban kendaraan bermotor serta bantalan rem, sampai atap rumah. Secara umum asbes dapat menimbulkan tiga penyakit di paru, yaitu asbestosis, kanker paru, dan mesotelioma. Tidak ada pengobatan spesifik untuk asbestosis. Di banyak negara maju sudah ada aturan khusus untuk penggunaan asbes yang dikenal dengan The Asbestos Regulation.

  • Bisinosis

Penyakit ini pertama kali dilaporkan oleh Dr. Kay dari Inggris dari awal abad XIX. Ia menemukan adanya gangguan pernapasan pada pekerja di pabrik tekstil. Penyakit terjadi karena paparan debu kapas secara berlebihan. Nama bisinosis berasal dari bahasa Yunani yang berarti kain atau rami. Yaitu keluhan rasa berat/sempit di dada dan sesak napas pada hari pertama masuk kerja setelah libur akhir pekan. Sehingga sering disebut moday fever.

  • Kanker paru akibat kerja

Kanker paru adalah kanker pada pria yang paling sering ditemukan di dunia. Faktor utama penyebab kanker paru adalah kebiasaan merokok. Di lain pihak, polusi udara di tempat kerja ternyata bisa juga menjadi pemicu.

Berbagai bahan telah diteliti sehubungan dengan kanker paru ini. Acrylonitrile yang banyak digunakan pada tanaman adalah salah satu contohnya. Demikian pula arsen, pada peleburan tembaga. Logam kadmium pada industri batu baterai. Berilium pada industri tabung dan lampu pijar. Serta chromium, vynil, chloride, dan asbes.

 

5)      Sumber pencemar uadara

Banyak faktor yang dapat menyebabkan pencemaran udara, diantaranya pencemaran yang ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia atau kombinasi keduanya. Pencemaran udara dapat mengakibatkan dampak pencemaran udara bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global atau tidak langsung dalam kurun waktu lama.

Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.

Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global, perubahan iklim dan deplesi ozon di stratosfer semakin meningkat.

Kegiatan manusia

  • Transportasi
  • Industri
  • Pembangkit listrik
  • Pembakaran (perapian, kompor, furnace, insinerator dengan berbagai jenis bahan bakar)
  • Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)

Sumber alami

Sumber-sumber lain

 

6)      Jenis-jenis pencemar udara

Ada delapan(8) jenis pencemara udara, di antaranya:

  1. Karbon Monoksida CO
  2. Sulfur Oksida (SOx)
  3. Ozon (O3)
  4. Hidrokarbon (HC)
  5. Khlorin (Cl2)
  6. Partikulat Debu (TSP)
  7. Timah Hitam (Pb)
  8. Nitrogen Dioksida (CO2)

Pengertian:

  1. Karbon monoksida (CO)

Asap kendaraan merupakan sumber utama bagi karbon monoksida di berbagai perkotaan. Data mengungkapkan bahwa 60% pencemaran udara di Jakarta disebabkan karena benda bergerak atau transportasi umum yang berbahan bakar solar terutama berasal dari Metromini. Formasi CO merupakan fungsi dari rasio kebutuhan udara dan bahan bakar dalam proses pembakaran di dalam ruang bakar mesin diesel. Percampuran yang baik antara udara dan bahan bakar terutama yang terjadi pada mesin-mesin yang menggunakan Turbocharge merupakan salah satu strategi untuk meminimalkan emisi CO. Karbon monoksida yang meningkat di berbagai perkotaan dapat mengakibatkan turunnya berat janin dan meningkatkan jumlah kematian bayi serta kerusakan otak. Karena itu strategi penurunan kadar karbon monoksida akan tergantung pada pengendalian emisi seperti pengggunaan bahan katalis yang mengubah bahan karbon monoksida menjadi karbon dioksida dan penggunaan bahan bakar terbarukan yang rendah polusi bagi kendaraan bermotor.

 

  1. Sulfur Oksida (SOx)

Pencemaran oleh sulfur oksida terutama disebabkan oleh dua komponen sulfur bentuk gas yang tidak berwarna, yaitu sulfur dioksida (SO2) dan Sulfur trioksida (SO3), yang keduanya disebut sulfur oksida (SOx). Pengaruh utama polutan SOx terhadap manusia adalah iritasi sistem pernafasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa iritasi tenggorokan terjadi pada kadar SO2 sebesar 5 ppm atau lebih, bahkan pada beberapa individu yang sensitif iritasi terjadi pada kadar 1-2 ppm. SO2 dianggap pencemar yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan penderita yang mengalami penyakit khronis pada sistem pernafasan kadiovaskular.

 

  1. Ozon (O3)

Ozon merupakan salah satu zat pengoksidasi yang sangat kuat setelah fluor, oksigen dan oksigen fluorida (OF2). Meskipun di alam terdapat dalam jumlah kecil tetapi lapisan ozon sangat berguna untuk melindungi bumi dari radiasi ultraviolet (UV-B). Ozon terbentuk di udara pada ketinggian 30km dimana radiasi UV matahari dengan panjang gelombang 242 nm secara perlahan memecah molekul oksigen (O2) menjadi atom oksigen, tergantung dari jumlah molekul O2 atom-atom oksigen secara cepat membentuk ozon. Ozon menyerap radiasi sinar matahari dengan kuat di daerah panjang gelombang 240-320 nm.

 

  1. Hidrokarbon (HC)

Hidrokarbon di udara akan bereaksi dengan bahan-bahan lain dan akan membentuk ikatan baru yang disebut plycyclic aromatic hidrocarbon (PAH) yang banyak dijumpai di daerah industri dan padat lalu lintas. Bila PAH ini masuk dalam paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker.

 

  1. Khlorin (Cl2)

Gas Khlorin ( Cl2) adalah gas berwarna hijau dengan bau sangat menyengat. Berat jenis gas khlorin 2,47 kali berat udara dan 20 kali berat gas hidrogen khlorida yang toksik. Gas khlorin sangat terkenal sebagai gas beracun yang digunakan pada perang dunia ke-1.Selain bau yang menyengat gas khlorin dapat menyebabkan iritasi pada mata saluran pernafasan. Apabila gas khlorin masuk dalam jaringan paru-paru dan bereaksi dengan ion hidrogen akan dapat membentuk asam khlorida yang bersifat sangat korosif dan menyebabkan iritasi dan peradangan. Gas khlorin juga dapat mengalami proses oksidasi dan membebaskan oksigen seperti pada proses yang terjadi di bawah ini.

 

  1. Partikulat Debu (TSP)

Pada umumnya ukuran partikulat debu sekitar 5 mikron merupakan partikulat udara yang dapat langsung masuk ke dalam paru-paru dan mengendap di alveoli. Keadaan ini bukan berarti bahwa ukuran partikulat yang lebih besar dari 5 mikron tidak berbahaya, karena partikulat yang lebih besar dapat mengganggu saluran pernafasan bagian atas dan menyebabkan iritasi.

 

  1. Timah Hitam (Pb)

Gangguan kesehatan adalah akibat bereaksinya Pb dengan gugusan sulfhidril dari protein yang menyebabkan pengendapan protein dan menghambat pembuatan haemoglobin, Gejala keracunan akut didapati bila tertelan dalam jumlah besar yang dapat menimbulkan sakit perut muntah atau diare akut. Gejala keracunan kronis bisa menyebabkan hilang nafsu makan, konstipasi lelah sakit kepala, anemia, kelumpuhan anggota badan, kejang dan gangguan penglihatan.

 

  1. Nitrogen Dioksida (CO2)

NO2 bersifat racun terutama terhadap paru. Kadar NO2 yang lebih tinggi dari 100 ppm dapat mematikan sebagian besar binatang percobaan dan 90% dari kematian tersebut disebabkan oleh gejala pembengkakan paru (edema pulmonari). Kadar NO2 sebesar 800 ppm akan mengakibatkan 100% kematian pada binatang-binatang yang diuji dalam waktu 29 menit atau kurang. Percobaan dengan pemakaian NO2 dengan kadar 5 ppm selama 10 menit terhadap manusia mengakibatkan kesulitan dalam bernafas.

Pertumbuhan  polusi  kota  dan  tingkat  industrialisasi  yang  tak  terhindar, akan  mengarah  kepada  kebutuhan  enegi  yang  lebih  besar,  pada  umumnya  akan  menghasilkan  pembuabuangan  limbah atau zat  pencemar  lebih  banyak.pembakaran  bahan bakar posil untuk pemanasan rumahtangga untuk pembangkit tenaga listrik, kendaraan bermotor, dalam proses-proses industri dan pembuangan   limbah padat  dengan  pembakaran  merupakan  sumber  utama  dari  pembuangan  limbah  zat-zat pencemar didaerah perkotaan.

Zat-zat pencemar udara yang paling sering dijumpai dilingkungan perkotaan adalah:  SO2,  NO  dan  NO2,  CO,  O3,  SPM (Suspended  Particulate  Matter)  dan Pb.  SO2 berperan  dalam  terjadinya  hujan  asam  dan  polusi  partikel  sulfat aerosol. NO2 berperan terhadap polusi partikel dan deposit asam dan prekusor ozon yang merupakan unsur pokok dari kabut fotokimia. Asap dan debu termasuk polusi partikel.  Ozon,  CO,  SPM,  dan  Pb  seluruhnya  telah  dibuktikan  memberi  pengaruh yang merugikan kesehatan manusia. Pembakaran bahan bakar fosil di sumber-sumber yang menetap, mengarah terbentuknya  produksi  SO2,  NO  dan  NO2 serta  Pb,  sedangkan  masing-masing berminyak  solar  jelas  terbukti  menghasilkan  sejumlah  partikel  dan  SO2 sebagai tambahan dari NO dan NO2.

Suatu hal yang perlu diperhatikan pada beberapa negara berkembang adalah

Cenderung  banyaknya  kendaraan  bermotor  tua  dan  tak  terawat  sehingga  jelas merupakan suatu faktor yang menunjukkan kendaraan tersebut adalah sumber zat-zat pencemar. Banyaknya jumlah kendaraan bermotor didunia saat ini dipusatkan kedalam kelompok  ekonomi  pendapatan  tinggi    dunia.  Pada  tahun  1988,  negara-negara OECD  (Organization  for  Economic  Cooperation  and  Development)  mencatat  bahwa  dari 80% jenis-jenis mobil didunia: 70%nya adalah jenis truk dan bus-bus , >50% merupakan kendaraan beroda dua dan tiga.

Sebagai  tambah  zat-zat  pencemar  udara  yang  lebih  tradisionil   yang lebih umum,  sejumlah  besar  racun  dan  zat  kimia  dideteksi  telah  meningkat  jumlahnya diudara perkotaan, walaupun dengan konsentrasi rendah. Contohnya :

  • Logam-logam berat pilihan (Berilium, Cadnium, Merkuri)
  • Sedikit zat-zat organik (Benzene, Polychlorodi benzo-dioxid, Furan,Formaldehide, Vinychloride, Polyaromatic hidrokarbon)
  • Radionucleids seperti ; rado
  • Fibers; Asbes

Bahan-bahan  kimia  tersebut  dikeluarkan  dari  bermacam-macam  sumber  seperti pembakaran  sampah,  pabrik-pabrik  pengelolah  limbah,  proses-proses  industri  dan manufaktur, dry cleaning, bahan-bahan bangunan, dan kendaraan bermotor. Walaupun   emisi-emisi   zat   kimia   ini   umumnya   lebih   rendah   kadarnya dibandingkan  zat  pencemar  tradisionil,  namun  jelas  polutan  ini  memberi  resiko terhadap kesehatan sehubungan dengan daya racun mereka yang sangat tinggi atau bersifat karsinogenik bahkan bisa keduanya. Zat-zat  polutan  ini  lebih  sering  dianalisa  karena  rendahnya  konsentrasi  mereka diudara, juga karena pengawasan yang sangat kurang. Untuk itu dilakukan pengawasan secara otomatis.

 

7)      Distribusi dan transportasi

Dua hal yang sangat mempengaruhi panyebaran dan transportasi dari zat-zat

Pencemar udara, yakni iklim dan cuaca, serta letak topografi daerah yang dikaitkan dengan penyebaran penduduk. Iklim-iklim dikota besar berbeda dengan benua yang lebih dingin dan lembab (seperti di Beijing yang sangat dingin), dibandingkan dengan daerah yang di Gurun (Kairo) atau tropical dengan temperatur sedang dan kelembaban tinggi (Bangkok). Akibat   beratnya   musim   dingin,   dapat   menentukan   jumlah   pemanasan   yang dibutuhkan  penduduk  sehingga  meningkatkan  emisi-emisi  polutan,  seperti  SO2 diwaktu  musim  dingin.  Pada  kota-kota  dengan  temperatur  sedang,  beban  polusi cenderung disebarkan secara merata sepanjang tahun. Thermal inversion (pembalikan suhu) merupakan masalah khusus bagi kota- kota  dengan  iklim  panas  dan  dingin.

Dalam  keadaan  penyebaran  normal,  gas-gas pencemar yang panas akan timbul disaat mereka datang dan kontak dengan masa  udara yang dingin, pada ketinggian yang lebih tinggi. Bagaimanapun lingkaran-lingkaran tertentu, suhu udara lebih meningkat jauh dan membentuk suatu lapisan inversi beberapa puluh atau ratus meter diatas tanah. Lapisan ini akan merangkap polutan-polutan yang dekat sumber-sumber emisi dan berperan  sebagai  pelindung  panas,  memperlambat  penyebarannya.  Kondisi-ondisi seperti  ini  akan  menjadi  permasalahan  jika  kecepatan  angin  rendah. Keadaan  isotermal  adalah  suatu  keadaan  yang  dijumpai  bila  tidak  ada  perubahan  dalam temperatur   didaerah   ketinggian,   sehingga   mempunyai   pengaruh   yang   sama. Fenomena  iklim  dan  cuaca  lain  yang  sangat  mempengaruhi  kualitas  udara  adalah heat  urban  island  yaitu  panas  yang  dihasilkan  oleh  sebuah  kota  mengakibatkan meningkatnya suhu udara, sehingga terjadi penarikan suhu lebih dingin kedalam dan kemungkinan udaranya lebih tercemar dari daerah-daerah industri sekitarnya. Sebaiknya  pada  kota-kota  yang  bersuhu  lebih  tinggi,  yang  terkena  sinar  matahari dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi, cenderung mudah terbentuknya jaringan ozon dan fotokimia oksidan lain dari emisi-emisi polutan.

Letak  tofografi  kota-kota  besar  juga  dapat  mempengaruhi  sifat  penyebaran  dan transport zat-zat polutan, contohnya sebagai berikut:

  1. Beijing,  Kairo,  New  Delhi  dan  Moskow  mempunyai  tingkat  tofografi  relatif  dan  iklimnya tak dipengaruhi oleh molekul air .
  2. Bangkok, bombay, Buenos aires, Calcutta, Jakarta, Karachi, London, Manila, New  York, Shanghai dan Tokyo mempunyai tingkat tofografi yang relatif dan iklimnya dipengaruhi oleh molekul air.
  3. Los  Angeles,  Mexico  city,  Rio  de  janeiro,  Sao  paolo  dan  Seoul  mempunyai  tofografi    beraneka    ragam    dan    suhunya    dipengaruhi    oleh    pegunungan disekitarnya.

Keberadaan  yang  jelas  dari  suatu  badan  air/molekul  dapat  mempengaruhi  iklim mikro dan arah angin pantai siang dan malam hari. Bukit-bukit yang mengitari kota-kota  sering  berfungsi  sebagai  penghalang  hembusan  angin,  perangkap  polusi yang  dekat  kekota.  Pada  kota-kota  yang  dikitari  oleh  pegungungan  tinggi,  seperti Los  Angeles  dan  Mexico  City,  zat-zat  polutan  mungkin  akan  terperangkap  dalam udara   selama   beberapa   hari.   Daerah   pegunungan   juga   berfungsi   sebagai penghambat transportasi polusi udara di kota-kota besar.  Pada kota-kota dengan bangunan berstruktur tinggi penyebaran emisi polutan akibat   angin   besar   lebih   rendah   (The   Canyon   Effect),   karena   terhalang   oleh  bangunan

 

8)      Dampak pencemaran udara terhadap manusia

  • Mempengaruhi penurunan daya pikir

Menurut hasil penelitian, polusi udara bisa mempengaruhi penurunan daya pikir kita.

Beberapa tahun lalu suatu penelitian besar-besaran dengan subyek perempuan yang disebut Penelitian Kesehatan Perawat mengumpulkan data mengenai daya ingat, keterampilan berpikir, dan dimensi berpikir lainnya.

Jennifer Weuve dari Rush Institute of Healthy Aging di Chicago mengkombinasikan data ini dengan informasi tentang kualitas udara di mana para perempuan ini tinggal.Secara khusus, ia membandingkan kandungan partikel polutan udara tertentu dengan perubahan dalam indeks kemampuan berpikir dalam jangka waktu beberapa tahun.Ia memaparkan, Penemuan paling penting dalam penelitian kami adalah, perempuan yang terpapar pada lingkungan dengan tingkat partikel yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama, mengalami penurunan dalam indeks kemampuan daya pikir mereka dalam masa empat tahun ketika kami mengamati mereka.Jika penurunan daya pikir terjadi lebih cepat ketika kualitas udara memburuk, bagaimana caranya polusi dapat menyebabkan hilangnya kemampuan dan fungsi mental atau pikiran?

Weuve mengatakan bahwa partiel-partikel di udara tersebut bisa saja masuk ke dalam otak secara langsung. Ukurannya sangat kecil – 10 mikron, seperseribu milimeter – dan mereka dapat menyerang daya tahan tubuh normal serta mencapai otak baik melalui paru-paru atau liang sinus di kepala

Beberapa penelitian menemukan, partikel-partikel ini – setidaknya sebagian – bisa sungguh-sungguh masuk ke otak di mana mereka menyebabkan peradangan dan bahkan dapat menyebabkan perubahan miskroskopis yang merupakan gejala penyakit Alzheimer,” paparnya lagi.Bisa juga penurunan kemampuan berpikir ini terjadi secara tidak langsung. Banyak penelitian telah mengidentifikasi hubungan antara polusi udara dan penyakit jantung, dan penurunan kemampuan berpikir ini bisa saja disebabkan oleh kerusakan sistem pasokan darah.

Sebagai contoh, penelitian yang diterbitkan di jurnal yang sama dengan makalah Weuve, yakni “Archives of Internal Medicine,” menemukan bahwa risiko serangan jantung lebih tinggi ketika lebih banyak terdapat partikel polutan di udara. Partikel halus ini kebanyakan berasal dari knalpot kendaraan.

Penelitian dalam Jurnal Asosiasi Medis Amerika (JAMA) menggabungkan hasil dari 34 penelitian dan menemukan hubungan secara statistik yang signifikan antara risiko serangan jantung dan sejumlah besar polutan udara, kecuali ozon.

Para peneliti mengatakan bahwa sebagai faktor resiko untuk serangan jantung, polusi udara tidaklah sebegitu berbahaya dibandingkan merokok dan tekanan darah tinggi. Namun di sisi lain, polusi udara, terutama bagi yang tinggal di daerah kota dan negara-negara industri, adalah hal yang tidak terhindarkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

  • Mengakibatkan stroke

Salah satu penelitian di Amerika menyebutkan bahwa udara yang kotor turut memicu serangan stroke.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine menyebutkan, tinggal dalam waktu yang lama dengan lingkungan yang tidak sehat seperti polusi udara menyebabkan kemungkinan penyakit stroke yang lebih tinggi.

Penelitian tersebut mengkaji catatan medis dari sekitar 1.700 pasien stroke yang dirawat di Deaconess Beth Israel Medical Center di Boston antara 1999-2008.

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar pasien tinggal di tempat dengan udara kotor melalui data dari stasiun pemantauan polusi udara lokal, sehingga lambat laun akan memicu penurunan fungsi kognitif dan pada akhirnya memicu serangan stroke.Dalam penelitian disebutkan bahwa peningkatan risiko terbesar dari efek terburuk polusi yaitu pada siang hari pukul 12 sampai pukul 2 siang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Mengakibatkan serangan jantung

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa udara terkait dengan kenaikan resiko serangan jantung.

Seperti yang di kutip dari ST,bernapas di udara kotor/yang banyak tercemar oleh zat-zat kimia dapat mengakibatkan serangan jantung terhadap manusia,beberapa hari sesudahnya, ungkap sebuah penelitian yang di lakukan di Paris, Prancis.

Penelitian yang di pimpin Dr.Hajrije Mustafic dari Paris Cardiovascular Researcha Center,menemukan bahwa serangn jantung didapatkan dari semua tingkat polutan yang ada kecuali Ozon,ungkap laporan yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association.

Para peneliti di studi ini melihat pada 34 studi yang diabandingkan dengan risiko menderita serangan jantung,di berbagai tingkatan,yang tercampur polusi udara,selain itu laporan ini juga termasuk hasil survey dari sekitar 400 sampai 300 ribu orang dengan serangan jantung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Tingkatkan risiko kelahiran premature

 

Polusi udara dan adanya lapisan ozon dekat dengan Bumi diduga meningkatkan risiko kelahiran prematur dan hal itu dapat terjadi sebelum minggu ke-37.

Sebuah studi oleh para peneliti di Universitas Umeå di utara Swedia membuktikan hal tersebut, lewat survei yang diikuti oleh 115 ribu ibu di Stockholm, daerah Charlene.Hasil studi yang dilakukan sebelumnya di kota-kota lain juga mengkonfirmasi kesimpulan tersebut.Jika Anda menambahkan bersama efek dari sejumlah besar gas buang dan ozon, jumlah itu melebihi efek dari merokok, kata David Olsson, seorang ahli dalam bidang Kedokteran Kesehatan dan Klinis dari universitas Umea, dalam sebuah wawancara dengan koran Svenska Dagbladet.Dalam pandangannya, lantaran Ozon terletak dekat dengan permukaan bumi, diduga dapat mengganggu perkembangan plasenta, maka dengan demikian juga mempengaruhi waktu kelahiran.

Pada tahap akhir kehamilan dapat menyebabkan peradangan gas buang di saluran udara, sehingga dapat membuat ibu keburu melahirkan di rumah.Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa anak yang lahir prematur lebih rentan terhadap asma dan penyakit pernapasan lainnya.

 

9)      Dampak terhadap tanaman

Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis

 

  • Hujan asam

pH normal air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:

  • Mempengaruhi kualitas air permukaan
  • Merusak tanaman
  • Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
  • Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan

 

  • Efek rumah kaca

Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.

Dampak dari pemanasan global adalah:

  • Pencairan es di kutub
  • Perubahan iklim regional dan global
  • Perubahan siklus hidup flora dan fauna
  • Kerusakan lapisan ozon

Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.Kerusakan lapisan ozon menyebabkan sinar UV-B matahri tidak terfilter dan dapat mengakibatkan kanker kulit serta penyakit pada tanaman.

 

10)  Daftar kota polutan terburuk dan terendah

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merilis daftar kota dengan tingkat polusi udara tertinggi. Kota tersebut bukan Beijing atau Mumbai yang identik dengan udara kotor melainkan kota kecil di Iran yang bernama Ahvaz. Kota ini memiliki tingkat polusi udara untuk PM10 hingga 372 mikrogram per meter kubik melebihi batas ambang maksimal WHO PM10 sebesar 20 mikrogram. Daftar WHO tersebut berisi hasil pemantauan polusi udara di 1.082 kota dari 91 negara. Hasilnya, kota-kota di Iran, India, Pakistan dan Mongolia menempati peringkat terburuk, sementara kota-kota di Amerika Serikat dan Kanada mendapat peringkat terbaik.

WHO merilis daftar tersebut pada Senin 26 September 2011 untuk menyoroti pentingnya pengurangan polusi udara yang diperkirakan menyebabkan 1,34 juta kematian per tahun. Daftar tersebut diperoleh sesuai laporan tahunan yang menghitung kadar partikel udara pada 1.082 kota di dunia. Pengukuran polusi udara menggunakan satuan partikulat atau dikenal juga dengan sebagai materi partikulat atau particulate matter (PM), yaitu bagian kecil dari materi padat yang terkandung dalam udara atau air. Kategorisasi yang paling umum digunakan pada partikel menggunakan ukurannya. Sebuah partikel dengan diameter 10 mikrometer atau kurang yang bergerak di udara disebut PM10. Ada juga PM2.5 yang menunjuk pada partikel dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer dalam udara yang bergerak bebas.

WHO merekomendasikan batas maksimal PM10 sebesar 20 mikrogram dapat menyebabkan penyakit pernafasan serius bagi manusia. Sebagian besar polutan udara tersebut adalah senyawa sulfur dioksida dan nitrogen dioksida yang dihasilkan dari pembangkit listrik, knalpot mobil, dan industri. Kota Ahvaz di Iran barat daya memiliki tingkat tertinggi PM10 rata-rata tahunan yaitu sebesar 372 mikrogram per meter kubik. Industri berat dan bahan bakar kendaraan berkualitas rendah adalah penyebab utama polusi udara di kota padang pasir dengan populasi 1,3 juta orang ini. Studi ini juga menemukan bahwa ibukota Mongolia, Ulan Bator, memiliki rata-rata kepadatan PM10 tahunan 279 mikrogram per meter kubik. Disusul oleh kota di sebelah barat Iran, Sanandaj dengan 254 mikrogram PM10 per meter kubik.

Kota-kota di Pakistan dan India seperti Quetta dan Kanpur, serta ibu kota Botswana, Gaborone juga menduduki peringkat tinggi pada tingkat polusi udaranya. WHO mengatakan bahwa penyebab tingginya tingkat polusi udara bervariasi. Cepatnya industrialisasi dan penggunaan bahan bakar transportasi dan pembangkit listrik yang berkualitas rendah seringkali menjadi sumber masalah. Daerah metropolitan India seperti New Delhi, Mumbai dan Kalkuta, telah melarang pembangunan pembangkit listrik baru dalam batas kota, sedangkan pembangkit listrik yang sudah ada ditutup atau dipindahkan. Namun, di saat yang sama, kurangnya angkutan umum telah menyebabkan ledakan mobil milik pribadi dan SUV sehingga meningkatkan jumlah polusi kendaraan diesel 10 kali lipat karena bahan bakar diesel disubsidi oleh pemerintah. Di Ulan Bator Mongolia, polusi udara disebabkan oleh pembakaran batu bara, kayu dan bahan-bahan lain untuk keperluan pemanasan, memasak, dan pembangkit listrik. Pembangkit listrik batu bara menghasilkan asap ke langit kota yang terletak di sebuah lembah yang dikelilingi pegunungan sehingga menjebak dan menahan polusi seperti di kota Beijing.

Di Ulan Bator banyak dihuni mantan penggembala dan petani yang tinggal di tenda-tenda atau gubuk-gubuk kayu dengan sedikit listrik dan panas, maka mereka mengandalkan pembakaran batubara, kayu, dan kotoran kering untuk memasak dan menjaga makanan tetap hangat. Asap pembakaran itu berkumpul dengan emisi kendaraan menciptakan selimut kabut asap tebal yang menutupi kota hampir sepanjang tahun.

Kota Polusi Terendah

Di sisi lain daftar, yaitu kota-kota dengan tingkat polusi udara terendah ditempati oleh kota-kota di Kanada dan Amerika Serikat. Kota-kota ini sangat diuntungkan karena kepadatan penduduknya yang rendah, iklim yang menguntungkan, dan regulasi polusi udara yang ketat.

Whitehorse, ibu kota negara federal Yukon di Kanada, memiliki PM10 rata-rata tahunan hanya 3 mikrogram per meter kubik, sementara Santa Fe, New Mexico, hanya 6 mikrogram PM10 per meter kubik. “Ini benar-benar indah,” kata walikota Whitehorse, Bev Buckway. “Banyak orang datang dari utara, mereka mencium udara dan mengatakan ‘Oh wow, menakjubkan. Bau udaranya sangat bagus’,” katanya seperti dikutip dari HuffingtonPost, Walikota Santa Fe, David Coss, mengatakan bahwa dia senang tapi tidak terkejut karena kotanya secara konsisten selalu mendapat peringkat tinggi kebersihan udara dari American Lung Association. “Udara bersih adalah salah satu hal yang saya cintai di Santa Fe,” katanya. Washington DC, memiliki tingkat PM10 18 mikrogram, Tokyo sebesar 23 mikrogram, dan Paris 38 mikrogram PM10 per meter kubik.

WHO juga merilis sebuah tabel yang membandingkan kadar partikel debu yang lebih halus, yaitu PM2,5. Kadar PM2,5 sudah dianggap berbahaya jika mencapai 10 mikrogram per meter kubik. Untuk polutan PM2,5, kota dengan tingkat polusi udara terburuk diraih oleh Ulan Bator dengan 63,0 mikrogram PM2,5 mer meter kubik.

Daftar 15 kota dengan tingkat polusi udara terburuk adalah sebagai berikut:

  1. Ahwaz (Iran)
  2. Ulan Bator (Mongolia)
  3. Sanandaj (Iran)
  4. Ludhiana (India)
  5. Quetta (pakistan)
  6. Kemanshah (Iran)
  7. Peshawar (Pakistan)
  8. Gaborone (botswana)
  9. Yasouj (Iran)
  10. Kanpur (India)
  11. Lahotre (Pakistan)
  12. Delhi (India)
  13. Karachi (Pakistan)
  14. Islamabad (Pakistan)
  15.  Lucknow (India)

Daftar 15 kota dengan tingkat polusi udara terendah yaitu:

  1. Whitehorse (Kanada)
  2. Kitimat (Kanada)
  3. Burns Lake (Kanada)
  4. Houston (Kanada)
  5. Clearlake (Amerika Serikat)
  6. Nanaimo (Kanada)
  7. Terrace (Kanada)
  8. Corner Brook (Kanada)
  9. Frederiction (Kanada)
  10. Nelson (Kanada)
  11. Santa Fe (Amerika Serikat)
  12. Medicine Hat (Kanada)
  13. Kahului-Wailuku (Amerika Serikat)
  14. Cheyenne (Amerika Serikat)
  15. Smithers (Kanada).

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh gambar Negara yang terkena polusi udara

  • Maputo – Mozambik

Maputo adalah ibu kota dan kota terbesar di Mozambik terletak di tepi Samudera Hindia. Hal ini menderita dari kurangnya proses sanitasi-khususnya kurangnya sistem pembuangan sampah serta pengolahan limbah telah menciptakan kesulitan bagi orang-orang di sana. pembuangan sampah yang besar dan tumpukan sampah tampak tersebar di jalan-jalan, dan pembuangan kotoran di sungai dapat dilihat.

Banyak air merusak gedung dan menumbangkan tiang telegraf terlihat di kota dan kota sebagian di bawah air. Field yang diberi 60.000 warganya kini telah berubah menjadi rawa.

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Moskow-Rusia

Meskipun mengklaim bahwa Moskow adalah kota paling penting dan modal dari Rusia dan di mana orang-orang membayar $ rata-rata 3.000 per bulan untuk satu apartemen tiga kamar tidur bahkan tidak memiliki air bersih yang mengalir, Moskow juga memiliki tingkat besar polusi udara yang mengakibatkan ketegangan sehari-hari pada kesehatan paru-paru. Kolera adalah meningkat di beberapa bagian Moskow karena daerah kotor di mana tidak ada pengaturan cukup untuk membuang sampah.

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Brunei – Darussalam

Brunei Darussalam adalah sebuah negara kecil tetapi diperkaya dengan sumber daya gas alam dan minyak bumi yang terletak di Asia Selatan dikelilingi oleh Malaysia.

Polusi sekarang tampaknya menjadi kekhawatiran di Brunei Darussalam.Dampaknya ada kekurangan informasi studi dan penelitian di daerah tersebut. Kualitas udara yang umumnya muncul menjadi relatif bersih tetapi ini tidak berarti bahwa Brunei Darussalam bebas dari polusi udara. Namun, beberapa studi telah mengungkapkan tingkat TSP sangat tinggi. debu tertiup angin merupakan sumber yang paling jelas.

Sebagai bagian dari proses pendaftaran uji emisi kendaraan kini sedang dilakukan di kota. Pengujian kendaraan termasuk uji emisi dioksida karbon. Penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat polusi dari kendaraan umumnya rendah kecuali untuk konsentrasi yang tinggi di tempat-tempat tertentu.

 

 

 

 

 

 

  • Baghdad – Irak

Baghdad adalah masalah yang paling rentan dan kota dunia akibat perang yang sedang berlangsung terhadap teror. Ledakan bom Sering dan kehancuran telah melengkapi polusi di kota. kualitas air yang buruk mengancam akan memperburuk penularan penyakit yang terbawa air di kota. Kolera telah menyerang beberapa provinsi di negeri ini, termasuk Baghdad dari Agustus 2007 sampai Desember 2007. Sebuah studi baru-baru ini dilakukan oleh United Nations Environment Program menunjukkan bahwa polusi udara, yang dihasilkan dari minyak yang terbakar dan diperparah oleh perang, yang menyebabkan memprihatinkan.

Baghdad menderita tingkat tinggi polusi udara sebagai akibat dari asap mobil dan asap dari pembangkit listrik dan sumber polusi lain yang menghambat upaya untuk meningkatkan penghijauan. suasana berdebu Baghdad adalah akibat polusi udara yang disebabkan oleh kekeringan yang berlanjut selama beberapa musim.

 

 

 

 

 

 

 

  • Mumbai – India

 

Mumbai merupakan salah satu kota yang paling padat penduduknya di dunia sehingga Anda dapat melihat tumpukan sampah di jalan-jalan berbagai kota. Hal ini juga dianggap sebagai salah satu kota tersibuk dan ramai di dunia. Ada tempat di kota di mana Anda mungkin akan tidak ingin pergi karena bau yang berasal dari sampah kotor yang tersebar di sana. Polusi di daerah tersebut besar dan merusak keindahan kota setiap hari.
Selain itu, polusi udara juga melanda banyak kota. Gas-gas yang dilepaskan ke udara sangat berbahaya yang dapat membunuh orang secara bertahap. Namun demikian, LSM dan aktivis sosial lainnya yang berjanji untuk mencari solusi terbaik untuk membangun kembali kota. Namun pemerintah berharap dapat mengubah Mumbai kembali menjadi sebuah metropolis modern tengah penurunan ekonomi baru-baru ini. Sebuah laporan baru-baru ini, yang diterbitkan oleh Visi Mumbai, diusulkan perubahan infrastruktur, pengendalian pencemaran dan strategi pertumbuhan ekonomi, yang berkontribusi terhadap dolar lebih dari 1 milyar mencari bantuan dari pemerintah India.

 

 

 

 

 

 

 

 

  • New Delhi – India

Sampah dan limbah adalah menciptakan penyakit terbawa air berkontribusi sangat tingginya tingkat morbiditas bayi di New Delhi.

Delhi dianggap menjadi kota keempat yang paling tercemar di dunia. pencemaran Hari ini salah satu masalah serius yang dihadapi oleh otoritas publik dan prihatin. Tumbuh industrialisasi dan migrasi adalah menciptakan tantangan unik bagi pemerintah untuk mengatasi. Pertumbuhan mengkhawatirkan dalam jumlah kendaraan di Delhi adalah ancaman utama sebagai kendaraan sehari-hari lebih dari 1000 meningkat di jalan di Delhi. Kota ini biasanya penuh dengan kabut karena lalu lintas berat, dan industri membuang 3.000 ton polutan ke udara setiap hari. pembangkit listrik termal berkontribusi 13 persen dari pencemaran udara.

Limbah telah menjadi perhatian utama lain dengan meningkatnya rumah sakit di kota. rumah sakit swasta dan rumah-rumah jompo tidak memiliki pengaturan yang memadai untuk mengolah limbah rumah sakit. Air tanah juga tercemar oleh unsur-unsur beracun yang dikeluarkan oleh berbagai limbah industri.

 

 

 

 

  • Lagos – Nigeria

 

Lagos adalah ibukota komersial dan kota terbesar di Nigeria. Asap melayang di atas kota mengaburkan cakrawala daerah pusat bisnis ibukota komersial Nigeria. Kota 12 juta penduduk dan salah satu kota terbesar di Afrika sedang menghadapi masalah polusi udara yang sangat besar.

Menurut sumber medis, penyakit pernapasan karena polusi udara telah menjadi salah satu masalah besar yang dihadapi rumah sakit kota. Di Lagos University Teaching Hospital, lembaga kesehatan terkemuka di kota itu, sekitar seperlima dari semua penyakit yang dilaporkan oleh pasien rumah sakit dalam dua tahun terakhir yang terkait dengan berbagai tingkat masalah pernapasan.

Hari ini, Lagos tidak memiliki sistem pembuangan limbah pusat dan tidak memiliki menolak insinerator. Limbah masih dikosongkan ke laguna sambil menolak rumah tangga yang dikumpulkan oleh otoritas limbah di tempat pembuangan di sebelah utara pusat kota, di mana ia dibakar, mengirimkan gumpalan asap tajam ke langit setiap saat.

 

 

 

 

 

 

 

  • Karachi – Pakistan

 

Karachi merupakan kota metropolitan dan pusat bisnis Pakistan: Di satu sisi gambar Karachi sedang diproyeksikan sebagai kota besar dan industri Pakistan namun di sisi lain penyakit yang berhubungan dengan polusi di Karachi yang sedang berkembang karena tingkat tertahankan udara dan polusi suara di kota. Beberapa persen 35 orang dalam satu atau cara lain dipengaruhi oleh penyakit termasuk jantung, paru-paru, THT, kulit, mata dan penyakit psikologis.

Sumber utama pencemaran udara adalah adanya becak dua-stroke dan asap kendaraan memancarkan, ini menyebabkan udara dan polusi kebisingan dan akibat yang alergi hidung, polip hidung, sakit tenggorokan dan masalah THT lainnya meningkat. polusi kebisingan yang menyebabkan masalah seperti gangguan pendengaran, sakit kepala dan hipertensi.

Para ahli yang prihatin atas sikap apatis pemerintah karena tidak menangani masalah ini mendesak. Menurut perkiraan, lebih dari 1,43 juta kendaraan di jalan menghujani kota dan jumlah ini terus berkembang sebagai lebih dari 300 kendaraan didaftarkan di Karachi setiap hari.

 

 

 

  • Dhaka – Bangladesh

 

Dhaka adalah ibu kota Bangladesh yang terletak di Asia selatan, antara Burma dan India. Ibukotanya adalah berjuang dengan ancaman konstan pencemaran air. rmukaan air sering kental dengan penyakit dan polutan dari penggunaan pestisida komersial.

Dhaka memiliki perkiraan populasi lebih dari 8 juta. Polusi udara di kota telah berubah menjadi masalah serius. Menghitam dari udara kota dan visibilitas berkurang dapat diamati di beberapa daerah di kali bahkan dengan mata telanjang. Filth tersedak bau sampah dan mata menjengkelkan yang umum. Tumpukan sampah dapat dilihat di jalan-jalan Dhaka dan proses untuk membuang mereka sangat lambat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Mexico City – Meksiko

Mexico City ibukota Meksiko telah pergi dari kalangan terbersih dunia, antara yang paling kotor dalam rentang generasi. Visibilitas rata-rata dari beberapa km 100 di tahun 1940-an turun menjadi sekitar 1,5 km. Salju-capped gunung berapi yang dulu bagian dari lanskap kini terlihat jarang dan tingkat hampir semua polutan seperti nitrogen dioksida (NO2) secara teratur melanggar standar internasional oleh dua sampai tiga kali.

Tingkat polutan ozon yang melindungi kita dari radiasi matahari di atmosfer atas tetapi berbahaya untuk bernapas, adalah dua kali lebih tinggi di sini sebagai batas maksimum yang diperbolehkan.

Seperti gambar di atasa kita lihat asap-asap dari kendaran dan sejenisnya di mexico sangat kotor sekali dan dapat mengangu kesehatan manusia.

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh polusi udara yang terlihat pada malam hari

Cahaya kota di malam hari perparah polusi udara

Cahaya-cahaya buatan di malam hari memblok produksi molekul yang bisa membersihkan udara. Soalnya molekul itu sensitif terhadap cahaya.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menerbangkan pesawat di atas Los Angeles sebanyak empat kali untuk mengukur intensitas cahaya. Menurut para peneliti, cahaya malam di Los Angeles 25 kali lebih terang dibandingkan dengan cahaya bulan purnama. Intensitas cahaya itu lalu dibandingkan dengan data satelit dan dipakai untuk menghasilkan simulasi di komputer untuk mengukur efek cahaya pada area lain.

Menurut hasil penelitian, cahaya buatan tersebut mengganggu produksi molekul yang disebut nitrate radical, salah satu tipe molekul nitrogen oksida. Nitrogen ini terbentuk akibat reaksi nitrogendioksida dengan ozon.

Molekul itu bisa menyatu dengan polutan di udara. Menurut peneliti dari NOAA, “Siang hari molekul itu tidak tampak. Hanya ada pada malam hari untuk membersihkan polutan.” Sayangya, molekul itu sensitif terhadap cahaya. Nitrate radical segera menghilang ketika ada cahaya. Pembersihan yang terganggu ini membuat polusi di hari berikutnya semakin parah. “Karena masalah penumpukan,” jelas NOAA.NOAA juga menjelaskan jenis lampu tidak mengurangi pemblokan, kecuali lampu berwarna merah yang digunakan. Warna itu tidak memiliki efek pada produks nitrate radical.

WHO juga pernah meungkapkan Negara yang paling tercemar

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, negara dengan tingkat polusi udara paling tinggi adalah Iran, Mongolia, India, Pakistan dan Botswana. Sedangkan Kanada dan Amerika Serikat, dua negara dengan tingkat pencemaran udara yang rendah.
WHO mendesak negara-negara dengan tingkat polusi yang tinggi untuk memonitor dan mengelola lingkungan mereka dan menurunkan tingkat kematian dini dan penyakit.

Angka-angka ini berdasarkan survei polusi udara global yang dilakukan WHO di lebih dari 1000 negara di seluruh dunia untuk mengukur konsentrasi partikel PM10. Partikel tersebut memiliki diameter 10 mikrometer atau kurang dan ketika dihirup mereka dapat memasuki aliran darah dan menyebabkan penyakit jantung, kanker paru-paru, asma dan infeksi akut saluran pernapasan bagian bawah.

Pada tahun 2008, WHO memperkirakan 1,34 juta orang meninggal dini akibat polusi udara di kota-kota seluruh dunia. Hal ini naik dari 1,15 juta kematian yang diperkirakan pada tahun 2004.WHO mengatakan, sumber terbesar pencemaran udara perkotaan adalah kendaraan bermotor, industri manufaktur lainnya, batu bara pembangkit listrik dan pembakaran biomassa atau batubara untuk memasak dan pemanasan.

“Di seluruh dunia, udara kota sering tebal dengan asap knalpot, asap pabrik atau jelaga dari pembakaran batu bara pembangkit listrik.  Di banyak negara ada peraturan kualitas udara yang standar nasional dan penegakannya sangat bervariasi,” kata Dr Maria Neira, Direktur WHO untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan, sebagaimana dilansir dari Medicalnwestoday.

Pedoman WHO untuk kualitas udara menyarankan PM10 tahunan rata-rata tidak lebih dari 20 mikrogram per meter kubik (ug/m3). Angka terbaru menunjukkan bahwa, mayoritas kota-kota berada di atas angka tersebut. Jika semua negara menjalankan  pedoman WHO, maka diperkirakan lebih dari 1 juta kematian prematur dapat dicegah.

Beberapa kota yang memiliki rata-rata tahunan lebih dari sepuluh kali batas pedoman, adalah:

-Pakistan: Lahore (200 μg/m3), Peshawar (219), Quetta (251).

-Iran: Yasouj (215), Kermanshah (229), Sanandaj (254), Ahwaz (372).

-India: Ludhiana (251).

-Mongolia: di ibukota Ulan Bator (279).

-Botswana: yang Gabarone modal (216).

Bagi banyak kota-kota, penyebab utama dari polusi udara yang tinggi adalah industri berat dan kualitas bahan bakar kendaraan yang rendah. Tapi bagi orang lain, seperti Ulanbator ibukota Mongolia, dan bagi hampir setengah 2,75 juta penduduk negara, ada masalah tambahan yang berasal dari penggembala nomaden dan para petani  yang meninggalkan kehidupan pedesaan mereka di tenda-tenda tanpa pemanasan dan listrik, untuk tinggal di kota di mana mereka bergantung pada pembakaran batubara kotoran atau kayu yang dikeringkan, untuk memasak dan kehangatan.

WHO menunjukkan ada lebih dari 400 kota dengan rata-rata tahunan PM10 di bawah pedoman 20 μg/m3. Di bagian atas daftar tersebut adalah kota-kota seperti Whitehorse (3 μg/m3), Kitimat (4), Burns Lake (5) dan Houston (5) di Kanada, dan Clearlake California (6) dan Santa Fe, New Mex (6) di Amerika Serikat.

Bahkan Kanada dan AS mendominasi daftar 84 kota yang memiliki rata-rata tahunan PM10 dibawah pedoman yaitu 11 μg/m3.

Estimasi WHO, penurunan tingkat pedoman dari 20 μg/m3 PM10 bisa mengakibatkan pengurangan 15% kematian dini. Untuk itu WHO menyerukan kesadaran bagi negara-negara untuk menerapkan kebijakan yang efektif dan pemantauan ketat dari polusi udara di kota-kota mereka.

 

11)  Solusi mengatasi polusi udara kota

- Pemberian izin bagi angkutan umum kecil hendaknya lebih dibatasi, sementara kendaraan angkutan massal, seperti bus dan kereta api, diperbanyak.

- Pembatasan usia kendaraan, terutama bagi angkutan umum, perlu dipertimbangkan sebagai salah satu solusi. Sebab, semakin tua kendaraan, terutama yang kurang terawat, semakin besar potensi untuk memberi kontribusi polutan udara.

- Potensi terbesar polusi oleh kendaraan bermotor adalah kemacetan lalu lintas dan tanjakan. Karena itu, pengaturan lalu lintas, rambu-rambu, dan tindakan tegas terhadap pelanggaran berkendaraan dapat membantu mengatasi kemacetan lalu lintas dan mengurangi polusi udara.

- Pemberian penghambat laju kendaraan di permukiman atau gang-gang yang sering diistilahkan dengan “polisi tidur” justru merupakan biang polusi. Kendaraan bermotor akan memperlambat laju.

- Uji emisi harus dilakukan secara berkala pada kendaraan umum maupun pribadi meskipun secara uji petik (spot check). Perlu dipikirkan dan dipertimbangkan adanya kewenangan tambahan bagi polisi lalu lintas untuk melakukan uji emisi di samping memeriksa surat-surat dan kelengkapan kendaraan yang lain.

- Penanaman pohon-pohon yang berdaun lebar di pinggir-pinggir jalan, terutama yang lalu lintasnya padat serta di sudut-sudut kota, juga mengurangi polusi udara.

- Clean Air Act yang dibuat oleh pemerintah dan menambah pajak bagi industri yang melakukan pencemaran udara.

-Mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui diantaranya Fuel Cell dan Solar Cell.

- Menghemat Energi yang digunakan.

- Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

Kesimpulan

Polusi udara di kota-kota besar,hari demi harinya semakin parah di karnakan banyak paktor yang membuat pengaruh polusi udara di kota-kota besar,di antaranya dari kendaraan yang sudah tua,baik roda dua maupun roda empat,banyaknya pabrik pabrik yang berbahan bakar kimia dan sebagainya.dari polusi udara ini maka masyarakat kota sangat rentan dengan penyakit-penyakit contohnya serangan jatung,asma dan sebaginya. Sebagi solusinya pemerintah harus dengan cepat bergerak bagai mana caranya supaya polusi udara bisa dapat di kurangi.contohnya dengan menanam pohon-pohon di pinggir-pinggir jalan yang masih kosong.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penutup

Mudah-mudahan dengan di buatnya makalah ini bisa lebih membantu masyarakt-masyarakat Indonesia khususnya untuk lebih menjaga lingkungan dan kesehatan tubuh bagi mereka.dan supaya bisa dapat mengurangi gejala-gejala yang menyebabkan polusi udara yang dapat menggangu kesehatn bagi manusia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber

 

~ oleh rianaggast pada Maret 23, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: